Qualcomm akibatnya menjawab tawaran akuisisi yang menggiurkan dari kompetitornya di bidang manufaktur cip, Broadcom. Sayangnya, tanggapan Qualcomm dipastikan akan mengecewakan para pemimpin Broadcom.
Penawaran senilai 130 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.755 triliun) telah ditolak Qualcomm, dengan alasan tawaran itu telah merendahkan perusahaannya dan ditambah hadir dengan ketidakpastian peraturan yang signifikan.
Dewan direksi Qualcomm percaya perusahannya berada dalam posisi yang sempurna untuk "memimpin transisi ke 5G," yang mampu terealisasi asalkan Qualcomm mampu menyelesaikan perselisihan hukumnya dengan Apple dan mempertahankan dominasinya di pasar prosesor Android.
Setelah melalui diskusi yang panjang, diputuskan administrasi mampu menambahkan nilai lebih bagi pemegang saham dengan terus menjalankan taktik yang sudah ada.
Ini mampu saja taktik negosiasi Qualcomm untuk meminta tawaran lebih dari Broadcom. Jika benar demikian, biasanya tidak dilakukan secara terbuka mengingat akusisi bernilai tinggi sering terjadi di balik layar.
Sebelumnya, tawaran akusisi Broadcom datang pada pekan lalu, yang di dalamnya terdapat pengajuan penawaran 70 dolar AS per satu lembar saham Qualcomm sesuai harga penutupan perdagangan pada 2 November lalu. Tawaran senilai 130 miliar dolar AS ini juga termasuk 25 miliar dolar AS untuk utang.
Presiden dan CEO Broadcom, Hock Tan, mengatakan tawaran itu menarik baik bagi pemegang saham maupun stakeholder di kedua perusahaan, alasannya gabungan keduanya mampu membuat operasional jadi lebih besar dan juga produk yang lebih banyak.
"Kami tidak mengajukan tawaran ini kalau kami tidak yakin bila konsumen global kami akan menyambut potensi kolaborasi ini," ujar Tan.
Sumber today.line.me
0 Response to "Akuisisi Teknologi Terbesar Batal, Qualcomm Tolak Tawaran Broadcom"
Posting Komentar