KOMPAS.com- Manusia memang terlahir sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendirian. Hal ini menghadirkan rasa simpati dan empati ketika melihat orang lain atau makhluk lain ( hewan dan tumbuhan) sedang sakit atau menderita.
Anda mungkin berpikir bahwa insan memiliki rasa empati lebih besar kepada insan lain yang sakit atau menderita daripada terhadap seekor hewan.
Namun, berdasar penelitian terbaru, rasa kasihan insan terhadap hewan ternyata lebih besar daripada kepada sesamanya, manusia. Benarkah demikian?
Dikutip di Psychology Today, Kamis (9/11/2017), penelitian tersebut memberikan bahwa ketika ada sebuah situasi di mana seseorang harus menyelamatkan hewan atau insan lain yang akan terkena musibah, lebih dari sepertiga orang yang disurvei menjawab lebih menyelamatkan hewan peliharaan dan membiarkan manusia.
Jack Levin, psikolog sekaligus kriminolog di Universitas Boston, menjawab fenomena tersebut. Dalam penelitiannya yang dimuat di Journal Society & Animals, Levin menguji tingkat rasa empati terhadap kurang lebih 256 mahasiswa.
Para mahasiswa diminta untuk membaca empat artikel yang sudah dibuat sedemikian rupa oleh tim Levin.
Artikel tersebut menggambarkan kejadian kekerasan yang dilakukan orang tak dikenal. Lalu sesaat kemudian polisi datang ke lokasi kejadian dan mendatangi korban dengan kondisi luka patah satu kaki, sejumlah luka sobek dan pingsan.
Dalam uji coba tersebut, Levin memang mengaburkan deskripsi korban. Deskripsi dibuat biar bisa disimpulkan baik sebagai insan sampaumur atau anak-anak, dan juga bisa diandaikan sebagai hewan anjing sampaumur atau anak anjing.
Setelah diminta membaca artikel tersebut, responden diminta menjawab serangkaian pertanyaan yang mengukur empati mereka terhadap korban dan tindakan mana yang menjadikan respons emosional.
Hasilnya menawarkan bahwa kejadian yang paling membuat emosi terganggu yaitu ketika mengetahui korbannya bayi, anak anjing, dan anjing dewasa. Ada yang berempati pada orang dewasa, tapi jumlahnya sangat sedikit. Sementara itu, responden perempuan lebih berempati pada semua korban tanpa pandang bulu
Peneliti juga mencatat dalam uji coba tersebut bahwa perempuan lebih mudah berempati kepada semua korban, tanpa melihat insan atau hewan.
"Hasil ini menawarkan situasi yang jauh lebih kompleks sehubungan dengan usia dan jenis korban (manusia atau hewan). Dalam hal ini usia menjadi komponen yang paling penting," ujar Levin ibarat dikutip dari Psychology Today, Jumat (10/11/2017).
"Fakta bahwa korban kejahatannya yaitu orang dewasa, kurang mendapat empati daripada kalau korbannya yaitu anak kecil, anak anjing, dan anjing dewasa. Anjing sampaumur juga dianggap bergantung dan rentan, tidak berbeda dengan anak anjing," sambung Levin.
Jawaban ini memperlihatkan bahwa dalam merespon hewan peliharaan, insan mempedulikan hewan sama ibarat ketika mempedulikan anak manusia. Hal ini menjadi masuk nalar mengingat penelitian sebelumnya ihwal seorang ibu yang menjalani pemindaian MRI otak sambil melihat foto anak kandung mereka, anak orang lain, anjing peliharaan mereka, atau anjing orang lain.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa otak para ibu cenderung merespon dengan cara yang sama ketika melihat belum dewasa dan hewan.
"Kami terkejut dengan interaksi antara usia dan spesies. Usia tampaknya mengalahkan spesies ketika harus memunculkan empati. Selain itu, tampaknya insan sampaumur dipandang bisa melindungi diri mereka sendiri sementara anjing sampaumur hanya dilihat sebagai anak anjing yang lebih besar," kata Levin.
Dengan kata lain, kita cenderung merasa empati terhadap korban kalau kita menganggapnya tidak berdaya dan tidak dapat merawat diri mereka sendiri, sama ibarat bayi atau balita. Begitu pula cara kita memandang anjing, yaitu pada risikonya membutuhkan bantuan.
Kesimpulannya akseptor tes tidak memandang anjing mereka sebagai binatang, melainkan sebagai 'bayi yang tak berdaya' atau bab dari keluarga setelah anak-anak.
"Kesimpulannya, responden tidak memandang anjing sebagai binatang. Melainkan bayi berbulu atau bab dari anggota keluarga," jelasnya.
Sumber today.line.me
0 Response to "Manusia Lebih Berempati Pada Hewan Daripada Sesama, Ini Penjelasannya"
Posting Komentar