iklan

Kisah Pidato Novanto dan Bangku Kosong di Paripurna DPR

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Rapat Paripurna DPR Sepi (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Setelah hampir satu bulan reses dan 'mudik' ke kawasan pemilihannya, para anggota DPR ini, semestinya hari ini sudah berdinas kembali di Ibu Kota untuk memulai masa persidangan. Tapi apa daya, sidang paripurna DPR sepi, menyerupai tak ada peminat.

Dan Ketua DPR, Setya Novanto pun harus memperlihatkan pidato pembukaan di depan 392 kursi kosong.

Ya, dari 560 anggota DPR RI, hanya 168 saja yang hadir. Sisanya, sebanyak 296 anggota izin alasannya banyak sekali alasan, sedangkan 96 lainnya entah kemana.

Entah bagaimana perasaan Novanto ketika memperlihatkan pidato di depan kursi-kursi kosong. Siapa tahu, pidatonya bahwasanya sudah disiapkan semalam suntuk, dengan impian akan didengarkan khusyu oleh ratusan anggotanya. Pidato Novanto sendiri menyinggung perekonomian dan Pansus Hak Angket KPK yang mesti bekerja menyelidiki kewenangan KPK.

Tapi kenyataan berbeda. Bahkan, sepanjang pidato, banyak anggota yang justru sibuk sendiri. Entah sekadar mengobrol, atau melaksanakan hal kecil untuk membuang rasa bosan.

Yandri Susanto, Sekretaris Fraksi PAN, juga bertanya-tanya apa alasan rekan-rekannya kompak tidak hadir. Apa alasannya ada kasus hukum Ketua DPR?

"Tapi saya enggak mau menganalisa hingga ke arah sana. Tapi seharusnya jika Ketua DPR yang pidato, anggota harusnya ikut mendengar," ujar Yandri ketika berbincang dengan wartawan, Rabu (15/11).

Namun, Yandri menduga, ngaretnya sidang mampu menjadi alasan lain. Pasalnya, sidang seharusnya dimulai pada pukul 09.00 WIB, namun ternyata gres mulai pukul 11.00 WIB.

"Karena kan tadi terlalu molor, undangannya jam 9 gres mulai jam 11. Banyak teman-teman yang udah masuk duduk lama ngobrol di dalam," terang Yandri.

Waktu dua jam yang terbuang sia-sia, cukup untuk melunturkan semangat para anggota yang sudah datang sempurna waktu. Tidak heran, Yandri mengaku dia sempat berinisiatif memencet tombol pengeras suara, meminta semoga sidang segera dimulai.

"Istilah saya begini, hargai yang sudah datang, jangan hargai yang tidak datang. Kaprikornus yang udah datang ya hargai, ontime aja. Kangan menunggu yang tidak hadir. Menunggu yang enggak hadir, yang sudah dateng malah pergi juga gitu," ungkap Yandri.

Entah alasannya status tersangka Novanto atau ngaretnya waktu sidang dimulai, yang menjadi alasan kosongnya bangku-bangku di paripurna. Yang jelas, Novanto ketika tadi membuka sidang paripurna harus berpidato di depan banyak dingklik kosong.


Sumber today.line.me
ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90

0 Response to "Kisah Pidato Novanto dan Bangku Kosong di Paripurna DPR"

Posting Komentar